Selasa, 14 Juni 2011

Rio Ferdinand: Javier Hernandez Bakal Jadi Legenda Manchester United

Bek veteran Manchester United itu yakin juniornya bisa meraih sukses yang lebih tinggi dibanding dirinya.

Oleh M Yanuar F

13 Jun 2011 20:36:00

Javier "Chicharito" Hernández, 
Mexico vs. Cuba - Gold Cup 2011 (Getty)
Javier "Chicharito" Hernández, Mexico vs. Cuba - Gold Cup 2011 (Getty)
Sejak bergabung di musim lalu, Javier Hernandez menunjukkan bakat yang luar biasa untuk menjadi yang terbaik di masa depan bersama Manchester United.

Dari catatan statistik menunjukkan di musim pertamanya membela United, 20 gol sudah dilesakkannya di semua kompetisi. Pemain asal Meksiko itu juga membawa United meraih titel Liga Primer Inggris ke-19.

Pemain dengan panggilan Chicharito itu juga menjadi pemain terbaik versi fans United. Manajer juga rekannya pun memuji penampilan Hernandez, termasuk saat tampil di Piala Emas 2011 bersama Meksiko.

Dengan semua capaian itu, Rio Ferdinand tak bisa menyanggah jika Hernandez memiliki kans menjadi legenda United di masa mendatang.

"Chico terlahir secara alami sebagai pencetak gol. Hanya langit yang bisa membatasi apa yang bakal diraihnya," tandas Ferdinand.

"Dia akan menempatkan namanya dalam buku sejarah Manchester United. Dia memiliki keinginan menjadi yang terbaik, pemain top," puji Ferdinand lagi.

Anda setuju dengan pendapat Ferdinand? Sampaikan kepada kami pendapat Anda mengenai Chicharito dengan mengisi kolom yang ada di bawah ini...

Kasus Miss Indonesia 2011 : Astrid Bukan Asli Jatim? [Nama Dicatut, Jatim Bungkam]

Astrid Ellena secara resmi telah dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2011 pada perhaletan ajang pemilihan Miss Indonesia 2011 yang dilaksanakan, Jumat (03/06/2011) malam. Dengan menyisihkan 31 orang finalis dari berbagai daerah di Indonesia, Astrid Ellena berhasil menjadi jawara Miss Indonesia 2011, sekaligus akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss World 2011 yang akan dilangsungkan di London, Inggris pada 6 November 2011 mendatang.


Polemik Miss Indonesia, Astrid Ellena sebagai warga asli Jatim belum menemui titik terang. Pasalnya, hingga kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebagai pihak yang dicatut namanya malah terkesan bungkam.

Quote:
Fakta tersebut mendapatkan komentar tajam dari masyarakat Jatim melalui jejaring sosial Facebook. Seperti yang diungkapkan akun Riff, “Kalau memang mau fair, jangan cuma di tes kemampuan asing dong tes juga kemampuan berbahasa daerah. Dimana nih Pemprov-nya” tulisnya.

Sementara akun IIn Yuniarti ‎menuliskan kritikan,” Subtansinya cari popularitas n cari duit..ayo dites boso jowo..terlalu bangga menguasai 3 bahasa tapi bahasa sendiri gak iso... sing salah jurine opo penontone hehehehe....,” tulis akun tersebut.

Ada juga beberapa akun yang menanggapi dengan nada gurauan, mereka meminta Ellen mencaci/mengumpat ala Jatim.”Coba disuruh ngomong J*****,bisa tidak?” tulis salah satu akun bernama Bowie.
Terpisah, Ellysa Myriana, Ning Favorit 2003 dan Finalis Raka-Raki Jatim di tahun yang sama juga mengatakan bahwa dirinya sebagai salah satu puteri Jatim sangat kecewa jika permasalahan ini benar adanya.“Apalagi kontes semacam ini dikelola oleh pihak swasta bukan pemerintah, jadi mereka memiliki wewenang penuh untuk menentukan siapapun yang menjadi wakil sebuah daerah. Tapi tetap lah asal-usul harus clear” ujaranya, Rabu (8/6).

Sayangnya meski masyarakat Jatim berharap pemerintah agar segera menjelaskan masalah ini, beberapa pihak di Pemprov Jatim terkesan ogah memberikan komentar. Kepala Dinas Pariwisata Jatim, Jarianto saat di telepon mengaku tak mau komentar dan malah melimpahkan ke bawahannya. “Maaf saya tidak bisa komentar,” ujarnya, Selasa (7/6).

Sementara Gubernur Jatim, Soekarwo yang dikabarkan berada di Jakarta dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf yang berada di Amerika tidak mengangkat telepon maupun membalas SMS.

Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim melalui Anggota Komisi E, Saleh Ismail Mukadar menilai panitia perlu mempertanggungjawabkan keterwakilan Jatim di ajang Miss Indonesia. Saleh melihat panitia seharusnya tidak bisa langsung mencomot nama Jatim yang diwakili oleh daerah lain.

“Bagaimana nantinya kalau dia tidak bisa menjelaskan Jatim? Bagaimana kalau dia tidak mengetahui Jatim dan terlihat bodoh? Apa nanti dikira nama Jatim buruk karena itu,” kata Saleh, ketika dihubungi, Rabu (8/6) siang.

Ia menyambut baik kemenangan wakil Jatim di ajang Miss Indonesia. Terlebih lagi ikut mendongkrak nama Jatim dan mempromosikannya. Namun, Ia merasa keberatan jika wakil dari Jatim harus diambilkan dari daerah lain. Saleh merasa pihak panitia tidak seharusnya melakukan itu karena dianggap menyepelehkan potensi masyarakat Jatim.

“Itu kan untuk promosi daerah, kalau citra yang ditampilkan bagus nama daerah akan terangkat. Namun kalau jelek dan bukan wakil dari Jatim itu bagaimana pertanggungjawabnnya?”cetusnya.

Sebelum melayangkan surat keberatan, DPRD Jatim akan melakukan kajian terhadap keterwakilan Jatim di ajang Miis Indonesia. “Kita akan kirim nota keberatan jika dia mencemarkan nama Jatim. Kenapa, karena nama Jatim tidak hanya diwakili oleh satu orang saja. Terlebih lagi, dia bukan warga asli Jatim,” ujarnya.

Sementara Novi Ekayati, Psikolog dari Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan salah satu pihak mengatakan sudah menjadi rahasia umum bahwa kontes-kontes pemilihan seperti ini penilaiannya seringkali dilakukan kurang obyektif. “Saya melihat terkadang mereka hanya memikirkan masalah komersiilnya saja, apakah calon yang nantinya terpilih itu bisa menjual atau tidak,” ujarnya.

Bahkan tak jarang, mereka hanya melihat dari kecantikannya saja. “Saya tidak usah sebut nama ya? Semua masyarakat pasti sudah paham lah siapa yang saya maksud,” katanya.

Sementara Indayati Oetomo, Direktur John Robert Power memilih untuk tidak mengomentari permasalahan ini karena dirinya tidak mengikutidan tidak mengetahui secara jelas seperti apa AD/ART kontes Miss Indonesia. “Saya tidak mau berkomentar karena apapun hasilnya itu kan kebijakan mereka, karena kontes semacam bernaung di sebuah yayasan bukan langsung pemerintah,” ujarnya.

Namun, ia menyarankan kontes-kontes pemilihan semacam ini jangan lupa juga untuk mengajarkan generasi muda tentang sportifitas agar misi membawa Indonesia menjadi semakin bangsa yang bermartabat bisa terwujud. “Jangan mengajarkan generasi muda menghalalkan segala cara dalam berprestasi, tapi ajarkan mereka bahwa untuk meraih sesuatu hal mereka harus berusaha keras dan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Ortu Asli Surabaya

Sementara, keluarga Ellena menegaskan, meski Ellen ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Jakarta, tapi ayah dan ibunya asli orang Jatim dan hingga kini mengaku masih ber-KTP dan ber-KK (Kartu Keluarga) Surabaya. Sayangnya,

.“Saya ini asli orang Surabaya, Ibunya Ellen juga asli Surabaya. Kami berdua bahkan juga masih ber- KTP Surabaya. Keluarga kami semua juga ada di Surabaya, saya juga masih punya beberapa properti di Surabaya. Hanya saja saya sekarang tinggal di Jakarta dengan Ellen,” ujarnya Fredrich, Ayahanda dari Astrid Ellena Rabu (8/6).Artinya, meskipun anaknya secara domisili hukum tidak berasal dari Jatim namun tidak serta merta dapat dikatakan kalau anaknya bukan asli Jatim

Ia juga menambahkan, seharusnya soal ini tidak menjadi permasalahan karena secara garis keturunan kan Ellen memang dari Surabaya. “Seperti contoh saja mbak, misalnya saya yang asli orang Surabaya tapi kemudian pindah ke Jakarta. Tapi ketika saya tanya, ya pasti saya jawab saya asli Surabaya kan? Bukan Jakarta,” tuturnya.

Dia juga menyayangkan pendapat dari beberapa pihak dan mengatakan akan memperkarakan ke jalur hukum bila mencemarkan nama baik dan dirasa masuk kategori perbuatan tidak menyenangkan. Bahwa apa yang dilakukan anaknya itu melanggar etika moral. “Kontes pemilihan Miss Indonesia ini kan bernaung di sebuah yayasan, dan penentuan mewakili daerah siapa peserta nantinya itu juga kan hak panitia yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Lagipula, mau diapakan juga anak saya itu darahnya tetap Jatim meskipun ia tak punya KTP dan tidak lagi berdomisili di sekitar wilayah Jatim,” tegasnya.

Apalagi, setelah di selidiki ternyata polling SMS terbanyak yang membuat Ellen menjadi favorit itu bukan dari masyarakat Jatim melainkan dari masyarakat DKI Jakarta. “ Ini kan berarti dukungan Ellen tidak dari Jatim. Padahal kalau terpilih, Ellen jadi mengharumkan nama Jatim juga kan?” ungkapnya.

Mengenai konfirmasi ke Gubernur, dia meralat ucapannya karena temannya anggota DPRD Gresik, Hariadi ternyata belum berhasil menyambungkan dengan Soekarwo.


http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...067f89cc14862c

Jumat, 26 November 2010

Pecah Kepala

masalah...
gada satu pun manusia yang luput dari hal diatas..
termasuk saya..
kali ini masalah yang membebani saya ada beberapa hal ::
1. masalah pekerjaan...hal ini terkait dengan kekosongan kegiatan sehari-hari saya. selepas dari bank danamon saya ingin menenangkan pikiran dari segala masalah rutinitas dan perlu rehat sebentar.
2. tapi itu percuma, selepas dari bank danamon, malah sekarang beban terhadap masalah diluar pekerjaan semakin menumpuk.. perencanaan turnamen futsal antar fans club minim dukungan. lobi sponsor dan menyiapkan proposal dikebut sendiri..bingung, karena segala perencanaan yang seharusnya dilakukan bersama-sama kali ini di kerjakan oleh satu kepala. 
3. sudah mau pecah kepala ini rasa nya..ditambah lagi pasangan saya tidak berada di rumah selepas sore hari. salahkah saya rasanya yang menginginkan pasangan saya sudah berada dirumah selepas sore ..?? pasangan saya kali ini selalu berada di kafe yang biasanya tempat saya berada, bukan nya ingin membatasi tetapi untuk mengurus urusan sendiri saya sudah kewalahan, ditambah lagi untuk menjaga dirinya saya sudah tidak punya waktu lagi.. saya kelihatan bodoh karena tidak bisa menjaga dirinya..
oh tuhan,,pedekate yang terlalu cepat dengan pasangan saya kali ini menyadarkan diri saya bahwa saya salah pilih.. hati saya tidak untuk dirinya... akan menjadi salah jikalau saya meneruskan hubungan ini..terimakasih atas hubungan kita selama ini dan mohon maaf jikalau saya mengecewakan..

saya menyukai kelemahan saya karena akan menjadi indah
saya menyukai kekurangan saya karena itu anugerah

ya Allah,,tetap terus bimbing hamba Mu yang lemah ini..
aku tidak berdaya tanpa diriMu...

Kamis, 25 November 2010

Perjanjian kerjasama lapangan Futsal

Pada hari ini Jumat tanggal dua puluh enam bulan november tahun dua ribu sepuluh, kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1.      Ujang S, pemilik Lapangan Rigafara Futsal Jl.ByPass Taruko sebagai PIHAK I
2.      Thomas Junaidi, Sekjend Komunitas Fans Club Eropa Sumatera Barat sebagai PIHAK II.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam kegiatan Turnament Futsal antar FansClub Eropa Sumatera Barat, dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana diatur sebagai berikut :
a.       PIHAK I memberikan izin kepada PIHAK II untuk memakai lapangan Rigafara Futsal dilangsungkan pada setiap hari Minggu dimulai tgl 28 november 2010 sampai dengan tgl 9 januari 2011 di lapangan Rigafara Futsal Bypass Taruko.
b.      PIHAK I memberikan ijin pemasangan umbul-umbul dari sponsor dan menyediakan tempat untuk stand sponsor sebagai tempat pembayaran insert.
c.       PIHAK II membayar sewa lapangan dengan tarif satu jam Rp.130.000,-
d.      Pemakaian lapangan oleh PIHAK II pada jam 13.00 WIB sampai dengan jam 17.00WIB.
e.       Dalam melaksanakan kerjasama ini, kedua belah pihak akan saling membantu dalam batas-batas tanggung-jawab dan kewenangannya dengan sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia untuk kelancaran pelaksanaan kerjasama ini.
f.        Permasalahan yang terjadi antara kedua belah pihak mengenai perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah.
g.       Force Majure adalah hal-hal di luar kemampuan kedua belah pihak seperti : gempa bumi, sabotase, huru hara, perang, banjir, kebakaran dan lain lain yang berpengaruh langsung terhadap perjanjian ini. Dan segala kerugian yang timbul akan menjadi beban masing-masing pihak dan para pihak dibebaskan dari segala akibat hukum perjanjian ini.
h.       Surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.